Aku dan Sejuta Persepsi | This is it my little concept

Rabu, 06 November 2013

Surat Cinta ketiga

Teruntuk : kamu

Haii gimana kabar kamu ? Semoga selalu dalam lindungan-Nya. Untuk saat ini, aku tak bisa menjangkaumu dari dekat, karna masih ada sekat diantara kita yang memisahkan. Nanti kalo sekat itu sudah tak ada artinya lagi, aku akan selalu merawatmu dengan baik :)
O iyaah, aku ingin berbagi sesuatu denganmu, kebahagiaanku tentu saja.. Tapi tak ada yang lebih membahagiakanku selain melihat senyummu. aku rindu senyummu. Aku rindu memegang pipimu ketika kamu menatapku dengan tatapan yang manis.

Boleh aku panggil kamu sayang ? gak ada yang marah kan ? tentu saja tidak, karna aku satu satunya wanita yang akan memanggilmu sayang selain ibumu. Begitu jalan cerita yang aku buat sendiri, semoga Tuhan merestui. Kalo kamu tanya tentang seberapa besar kerinduan ini, aku tak bisa menjabarkannya lewat kata kata, lewat angka bahkan lewat perumpamaan sekalipun. Terasa kelu jika aku akan mengatakannya, karna hanya hati ini yang tau.
Aku yakin, kau pun merasakan hal yang sama kan denganku ? merindukanku juga.
Ketika beberapa orang sahabatku telah menenemukan belahan hidupnya, aku tetap disini menunggumu. Sampai takdir itu benar benar menginginkan kita untuk bersama. Lelah memang menunggu ketidakpastian ini, tapi ketika aku sadar yang kutunggu itu kamu, semua rasa lelah ini sirna seketika.

Sudahlah, jangan terlalu banyak menyimpang dari tujuanmu menujuku. Tak lelahkah kau dengan perjalananmu itu ??
Semoga perjalananmu menujuku, takkan sia sia.. :)


0 komentar:

Posting Komentar

Eva Luthfatunnisa Zakaria. Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

© Eva Luthfathunnisa, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena