My Little Concept

Rabu, 03 Juni 2015

H-2 #30HariMenulis2015

H 2 : Tulis Cerita dari kata pertama di halaman kedua sebuah buku

Ini aga susah yaah, untuk menentukan jalan cerita dengan tema menulis yang masih samar sperti ini. hiiihii
Kata pertama yang ada di buku yang sedang gue pegang adalah tentang masa lalu *eeaaa bangeeet* tapi hari ini gue gak lagi mau ngomongin masa lalu, karna masa depan gue jauuh lebih cerah dan asyiik. Tapi kayanya flashback ke masa lalu bentar, gak apa apa deh. wkwkwkwkwk
Gue mau berbagi cerita aja tentang pengalaman hidup yang mungkin sebagian follower gue sudah tau dari awal gue waktu jaman jahiliyah sampai hijrahnya gue saat ini. Mungkin juga sebagian orang yang kenal gue pada nyinyir dan ngetawain gue, mungkin juga sebagian orang yang kenal gue pada bersyukur kalau gue hari ini jauuuuuuh lebih menjadi orang yang semakin baik dari pada yang dulu. Insyaallah...  Wallahu'alam. Tapi bukan berarti gue suudzan sama orang sih, dan gak ngejudge siapa-siapa juga dari follower gue atau orang yang kenal sama gue. Mudah mudahan kalian semua tetep cinta dan sayang sama gue yaah gaess. muaachhhhssss bangeeettt :*

Pertama, dari perjalanan spiritual gue, bagaimana up down nya gue ketika menghadapi berbagai macam ujian yang Allah kasih. Masalah asmara *eaaa*, masalah kerjaan dan masalah kuliah gue yang sempet ngegantung satu tahun. Disana Allah bener-bener nguji keimanan seorang Eva luthfathunnisa. Yapp itulah gue. Seseorang yang tengah berjuang memperjuangkan keimanan yang hampir di ujung tanduk.
Proses ujian ini berlangsung selama kurang lebih dua tahunan. Memang, tahun 2011-2013 adalah masa-masa yang sangat sulit buat gue. Selain ke-3 point masalah di atas, ada beberapa hal lagi yang mungkin gak bisa di ungkapkan dengan tulisan seperti ini.
Kenapa gue bilang perjalanan spiritual ? karna ketika semua ujian itu datang secara berturut turut, kemudian Allah datang dengan pertolongan-Nya. Gue jadi ingat kata kata temen gue 'Karna Allah sayang maka di titik terlemah kita di uji, karna Allah cinta, pertolongan itu pasti datang'. Allah mempertemukan gue dengan beberapa orang yang bikin gue sadar dari ketidak elingan hidup yang selama ini gue jalani. Itu berawal dari ketika gue blog walking dan menemukan kata kata yang menohok sekali. Kata kata yang bikin jantung gue berpacu semakin kencang, air mata yang tiba-tiba jatuh, dan seketika gue inget dosa. Dosa gue meeeen, entah mesti melewati berapa tahun hidup gue untuk menebus segala kekhilafan yang sudah gue lalui. Waktu itu gue baca dari salah blog temen gue, yang mengatakan 'Selangkah seorang anak perempuan keluar tanpa menutup aurat, maka selangkah ayahnya menuju neraka' mungkin dalam artian kita sebagai seorang anak adalah tanggung jawab ayah kita, sehingga ketika kita melakukan suatu kesalahan itu kelak di akhirat, ayah kita akan diminta pertanggung jawaban seluruh anggota keluarganya termasuk kita. Sayang gak luh sama babeh luh ? gue mah sayang.

Lalu setelah membaca kata-kata tersebut seketika itu juga gue berpikir, jahat banget gue sama babeh gue. Dan, niatan yang selama ini gue pendam, dari beberapa tahun yang lalu, untuk mulai menutup aurat dan tanpa buka tutup, akhirnya pada tahun 2013, Alhamdulillah hidayah itu datang bersama niat,tekad dan kemauan yang kuat. Memang, ketika kita ingin sekali melakukan perubahan diri menuju arah yang lebih baik, itu artinya Allah sudah datangkan hidayah kepada kita, tinggal bagaimana sikap kita terhadap hidayah itu, apakah akan diam saja ? atau berusaha menjemput hidayah yang telah Allah kasih. Betapa kasih sayang Allah begitu luas untuk kita. Andai kita sadar dan lebih memahami itu.
Kita sering pura-pura lupa tentang kewajiban kita sebagai seorang hamba yang dituntut untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Kita kadang menutup mata tentang hal-hal baik yang sudah Allah berikan untuk kita. Lalu, apa susahnya kita membalas kasih sayang Allah kepada kita ? Ini benar-benar suatu tamparan yang keras buat gue.

Keimanan memang tidak pernah stabil, dia pasti turun naik seiring berkembangnya jaman. Iman gue yang tengah sekarat, akhirnya mendapatkan oase dari pertolongan Allah. Sampai pada saat ini, Allah masih menjaga gue yang tengah berjalan tertatih ini. Dan sekarang, Alhamdulillah Allah pertemukan lagi gue dengan teman teman yang luar biasa, yang insyaallah bisa saling menjaga ketika iman kita mulai rapuh lagi. See, Allah baik bangeeeet. Allah hadirkan lagi sahabat-sahabat yang begitu berarti banget. Dan gue happy.

Dan yang kedua, perjalanan passion gue. Dimulai ketika gue berpikir, gue terlahir di daerah kuningan jawa barat, yang you know what lah yaa, kalau kuningan punya raja yang kokoh berdiri tangguh, yapp 'mount Ciremai'. Gunung tertinggi di jawa barat yang aduhai banget, yang setiap kali gue melihatnya ada secercah rasa penasaran. 
Sebelum masa masa pendakian ke ciremai, gue sempet beberapa kali melakukan hiking ke bukit bukit sekitar desa gue. Dan hiking yang terakhir lumayan membekas banget buat gue, karna pas hiking yang terakhir itu gue bener-bener drop banget, dan disitu gue sempet bilang kalau gue gak lagi-lagi melakukan hiking. Selama beberapa tahun gue vakum karna disibukkan dengan beberapa kegiatan dan kerjaan gue. Waktu tahun 2013 gue sempet bikin rencana sama temen untuk melakukan pendakian ke gunung ciremai. Tapi rencana tinggal rencana, dan gagal. Mungkin karna waktu itu kita kerja di kota yang berbeda dan intensitas pertemuan yang bisa dikatakan setahun sekali. Lalu pada tahun 2014 gue balik lagi stay di desa gue. Dan setiap kali gue melihat gunung ciremai yang berdiri kokoh itu, gue selalu pengen bisa berdiri di atas atap tertinggi jawa barat itu. Allah bener-bener sayang sama gue, sampai pada suatu ketika gue dipertemukan dengan orang-orang yang sampai pada saat ini menjadi teman pendakian yang asiiik. Alhamdulillah gue sudah bisa berdiri di atap tertinggi jawa barat, dua kali gue melakukan pendakian ke ciremai.
Setelah pendakian yang pertama, gue ngerasa menemukan passion gue, menemukan kepuasan hidup yang selama ini gue cari. Dan pada saat itu mulai lah gue mengumpulkan sedikit demi sedikit peralatan perang yang akan menemani perjalanan gue selanjutanya. Insyaallah akan ada pendakian lagi dengan teman - teman yang sudah membawa gue terjun ke dalam dunia pendakian ini. Bukan hanya kepuasan bathin yang gue dapet, semua ini ngajarin gue kalau kita harus mencintai alam, harus menjaga alam dan alam adalah bukti nyata bahwa penciptaan Allah itu sungguh sangat luar biasa. Selain disuguhkan dengan pemandangan yang bikin hati luh tak henti-hentinya mengucap keagungan Allah. Dan juga banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dalam masa masa pendakian tersebut. Bagaimana kita menaklukan keegoisan diri kita, bagaimana kepedulian kita terhadap teman kita, bagaimana rasa syukur kita kepada Yang Menciptakan, bagaimana kita survive ketika kita benar-benar lelah dan hampir putus asa untuk melakukan perjalanan. Pokoknya, sama persis ketika kita menjalani realita kehidupan ini.

Begitulah sekelumit perjalanan seorang Eva Luthfathunnisa yang tengah berjuang memperjuangkan agama Allah dan berusaha menjadi pribadi yang bahagia selalu...

Sabar dan Syukur adalah dua hal yang bisa kita implementasikan ketika naik gunung.... intinya, jangan banyak ngeluh, jangan banyak ngomel. Tarik nafas dalam-dalam lalu ucapkan Alhamdulillah 'alla kullia hal. Selamat berbahagia, selamat menikmati pendakian luh, jangan lelah bertualang, karna bumi Allah itu luas. Masih di rumah aja brooo ?? Indonesia itu indaaaaah men.....



Kuningan, 02 Juni 2015 | Eva Luthfathunnisa

0 komentar:

Posting Komentar

Eva Luthfatunnisa Zakaria. Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

© Fathunnisadzack, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena