Aku dan Sejuta Persepsi | This is it my little concept

Minggu, 08 Juni 2014

Always Believe....

Percaya, artinya meyakini. Meyakini sesuatu yang kita anggap benar. Kepercayaan juga tidak terlepas dari urusan hati dan logika. Keduanya punya peranan penting dalam hal kepercayaan. Percaya bahwa pagi itu akan datang setelah malam, dan malam akan kembali setelah siang. Tak perlu menunggu bukan ? karna itu merupakan hukum alam, maka logika disini bermain.

Kita bebas memilih kepercayaan sesuai kata hati kita. Dalam artian, memilih jalan hidup, memilih agama, dan memilih pasangan hidup. Well, saya gak akan terlalu ngebahas pasangan hidup,karna itu sangat mainstream sekali.

Ketika kita memutuskan memilih jalan mana yang akan kita tempuh, maka yang muncul pertama kali dalam benak kita adalah, percaya kepada jalan yang kita pilih. Entah itu jalan buntu sekalipun, karna awalnya kita percaya.

Ketika kita memilih agama, sebagai landasan hidup, maka yang pertama kali muncul adalah kepercayaan. Percaya bahwa Tuhan yang diyakini ada, percaya bahwa agama yang dipilih akan membawa ketenangan dalam hidup. Dan percaya bahwa agama yang kita pilih adalah yang sebenar benarnya. Disini hati dan logika kita harus balance. 

Dan ketika memutuskan untuk memilih pasangan hidup, itu artinya, kita akan melanjutkan seumur hidup kita dengan pasangan pilihan kita. Maka, disinilah dibutuhkan saling percaya, that very important in a relationship. Karna gak akan pernah ada orang yang cocok satu sama lain, kalo tidak dilandasi kepercayaan, dan saling memahami. That's all.

Kepercayaan itu harus dijaga, itu benar. Ketika ada seseorang yang mempercayakan sesuatu kepada kita , maka kita harus menjaga kpercayaan itu sebaik mungkin. Karna, sekali kepercayaan itu hancur, tidak akan ada kepercayaan kedua, ketiga dan seterusnya.

"Kepercayaan itu seperti kertas, jika ia diremas, maka sulit untuk kembali seperti semula" -anonym-

Tapi Tuhan, Tuhan tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan kita. Justru kita yang sering membuat-Nya kecewa. Tuhan selalu percaya kita mampu menjalani kehidupan, segetir apapun itu. Seberat apapun itu. Karna Dia tahu kemampuan kita. Tapi kita selalu berprasangka buruk terhadap-Nya. Kita selalu menyalahkan-Nya. Padahal bisa saja Dia mencabut nyawa kita seketika itu juga.
Kadang kita terlalu berlebihan menerima takdir-Nya. Disaat ujian datang, kita berlarut - larut dengan masalah yang ada. dan disaat Dia memberikan nikmat, kita terlalu bahagia dengan hidup kita sendiri, tanpa melihat keadaan disekeliling kita. Disitulah kita dituntut harus selalu percaya, percaya bahwa segala sesuatu terjadi, karna Tuhan punya alasan yang baik untuk kita.

Kalo Dia percaya sama kita, kenapa kita tidak ? Just believe Him, and you'll always know, what the meaning of happines. 

Always Believe... :)


Regards


EL

0 komentar:

Posting Komentar

Eva Luthfatunnisa Zakaria. Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

© Eva Luthfathunnisa, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena