My Little Concept

Rabu, 18 Desember 2013

Tentang yang pantas kau cintai

Teruntuk engkau yang berada disana, teruntuk engkau yang selalu mengeluhkan arti hidupmu
Kau seharusnya lebih bisa menyukuri, ketika masih ada udara yang masuk melewati rongga rongga dada dan melegakan paru parumu..

Karena syukur akan membuatmu tak pernah merasa kekurangan, dan takkan ada keluhan yang kan kau lontarkan..
Bukankah lelah jika terus kau menyalahkan Tuhan atas semua hal yang terjadi dalam hidupmu
Padahal, Dialah yang berhak menghidupkan dan mematikanmu dengan kuasa-Nya

Keraguan macam apa yang menggerogoti hati dan jalan pikiranmu itu ? Siapa yang kau butuhkan saat semua orang menghakimimu tanpa pernah perduli tentang kebenaran dan kesalahan ?
Siapa lagi yang sanggup membangkitkanmu ketika kau jatuh ke lubang yang sama berpuluh puluh kali ? Tak pernahkah kau melihat Tuhanmu dengan hati ?

Kau tak perlu bermewah mewah hanya untuk mendapatkan kasih sayang-Nya, hanya untuk mendapat perhatian-Nya. Harusnya kau lebih memahami. Bahwa Dia tak pernah menuntut apa apa darimu. Dia selalu memberikan tempat untukmu kembali.

Tempat untuk meluapkan segala kepenatan dunia, tempat yang tepat untuk membuang kekesalanmu.

Dia-lah Tuhan yang pantas kau Cintai... 

Kuningan, hujan sore hari. 18 Desember 2013 | Eva Luthfatunnisa
Read More

Minggu, 17 November 2013

Tentang hati yang patah

Cukup aku yang memeluk rindu ini sendirian, biar aku yang menanggung semua jejak jejak kesakitan ini, hingga tak tersisa.

Menahan perih disudut malam, mengumpulkan serpihan serpihan kebahagiaan yang masih bersisa, dan tangisku akan mereda seiring berjalannya waktu.

Tetap sepi yang tak pernah bosan datang mengunjungiku. Dan dengan tangisan ini, aku teringat ketika dimana kita mencuri curi waktu untuk bertemu.

Aku takkan mempertanyakan lagi tentang semua perasaanmu itu, tentang rindu yang kau persembahkan untukku. Padahal kau masih meragu tentang semua itu.

Aku juga takkan memintamu untuk datang lagi. Walaupun sekedar bersapa atau melepas rindu yang masih menggantung. Biar semua itu terbawa angin, entah kemana.

Tapi aku selalu tak yakin, bisakah aku pergi darimu ? dari genggaman genggaman jemarimu yang selalu menghangatkanku.

Atau kau akan terus menggantung rindu yang tak ada ujungnya ? rindu yang setiap saat menusuk jantung. Membuatnya perih, menyakitkan.

Aku hanya akan berdamai dengan waktu, dengan hati yang sudah tercabik, dengan waktu yang terasa lama berputar, dengan airmata yang berteriak dalam alirannya.

Maka, ijinkan aku tidur sejenak dengan berbantal rindu darimu. Dengan sejuta kasih sayang yang kau janjikan itu sebagai pengganti mimpiku.

Aku telah membuang jauh jauh rindu dan semua janji usang yang kau ucap.

Selamat tinggal sayang, kau tau aku begitu mencintaimu. Semoga esok ketika terbangun, aku sudah lupa tentang patah hati (lagi).


Read More

Kamis, 14 November 2013

Randomisasi

Dalam setiap hubungan, gak akan ada orang yang cocok satu sama lain, yang ada itu hanya saling memahami satu sama lain ~

Eva yang sedang tidak mengerti 
Read More
Eva Luthfatunnisa Zakaria. Diberdayakan oleh Blogger.

© Fathunnisadzack, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena